Sunday, June 28, 2020

Kata Sang Rembulan




Oh malam....
Janganlah kau tunjukkan kepongahanmu
Biarkan angin mengusir sepi
Dan mengajak dedaunan menari
Dengan alunannya yang syahdu memikat hati

            Oh malam....
            Berbaik hatilah kepadaku
            Karena aku kan selalu setia padamu
            Selalu bercengkrama bersama semesta
            Saling setia mengucap kata

Guru Inspiratif


Jika mengacu pada Kamus Besar Bahasa Indonesia kita hanya akan menemukan kata ‘inspirasi’ yang berarti ilham. Menginspirasi berarti mengilhami. Sedangkan kalau diartikan sesuai dengan penggunaannya dapat disimpulkan bahwa arti inspirasi adalah memberikan dan menggerakkan semangat untuk melakukan hal yang bersifat positif.
Bisa kita saksikan begitu banyak hal-hal yang bersifat inspiratif yang sengaja disebar di media sosial. Baik itu dalam bentuk cerita ataupun dalam bentuk vidio. Semua itu bertujuan agar pembaca dan penonton dapat terinspirasi dan berkeinginan untuk menjadi seperti yang ada di cerita atau vidio itu. Misalkan cerita seorang anak tukang becak akhirnya berhasil menjadi dokter. Dengan membaca cerita itu seseorang akan tergerak jiwanya dan bangkit semangatnya bahwa tidak ada yang tidak mungkin dengan usaha yang sungguh-sungguh.
Begitu halnya dengan seorang guru. Profesi guru adalah profesi yang komplit. Sebuah profesi yang dijalankan dengan melibatkan segenap kemampuan emosional, spiritual serta intelektual. Guru tidak hanya dituntut untuk dapat mentransfer ilmu pengertahuan yang dikuasainya, lebih dari itu seorang guru harus mampu menguasai kondisi peserta didik serta mampu untuk mengeksplor potensi mereka, sehingga sangat diperlukan seorang guru yang inspiratif. Guru yang hanya menguasai ilmu akan merasa puas ketika semua materi pelajaran telah disampaikan secara utuh. Dan bermuara pada angka-angka penilaian yang bagus. Inilah tolak ukur keberhasilan seorang guru. Sedangkan guru yang inspiratif lebih mengajak para siswanya bagaimana cara untuk berubah menjadi lebih baik, bermanfaat dan berdaya guna. Nilai dan angka bukanlah menjadi patokan utama.

Saturday, November 11, 2017

Kenapa Blognya Jablai?



Sedih campur mengharukan bila harus menceritakan hal ini. Diibaratkan sebuah rumah yang ditinggalkan pemiliknya selama bertahun-tahun, rumah itu sudah pasti kotor, berdebu, tak seorangpun sudi melirik apalagi berkunjung kesana. Begitulah nasib blog saya saat ini hiihii.. Terkadang bingung mau senang apa sedih dengan kondisi ini.

For you to know ya teman-teman, blog ini pertama kali kubuat sekitar awal 2013. Dan pada tahun yang sama, blog ini adalah blog yang ke 4 dari hasil otak-atikku. Sebagai seorang newbie di perbloggeran (benar gak sih bahasanya), aku begitu semangat untuk mengelola blog baru ini.