Saturday, March 16, 2013

Namaku Sry ....

What’s in a name? ..
That which we call a rose by another name would smell as sweet…

Kutipan diatas adalah penggalan drama Romeo and Juliet karya Shakespeare. Cinta mereka mendapat tentangan dari keluarga hanya karena Romeo memakai nama Montageu yang mempunya konflik dengan keluarga Juliet Capulet. Namun apalah arti sebuah nama. Bunga Rose meski disebut dengan nama lain tetaplah harum.

Bagi sebagian orang nama bisa bermakna lebih. Melalui nama seseorang mengenali dirinya sendiri serta dikenali oleh orang lain. Melalui namanya seseorang juga dapat dimuliakan di masyarakat. Bagi sebagian lagi pemberian nama adalah sebuah doa atau harapan. Sehingga setiap orang tua memberikan nama yang baik untuk anak-anak mereka dengan harapan yang sama pada masa depan anaknya.

Mungkin hal ini juga yang diharapkan orangtua saat memberikan nama padaku anak perempuannya. Padahal dulu aku sempat merasa kurang suka dengan nama yang diberikan orangtua kepadaku. Kenapa nama kakak dan adikku bisa 'bagus' tetapi begitu pas giliran nama aku hiks.. Kakak dan orang-orang di dekatku sering mengejek bahwa namaku itu ‘ndeso’ dan pasaran. Dimana-mana sering bertemu dengan nama yang sama. Kalo dipikir-pikir benar juga sih. Banyak sekali aku bertemu dengan kembaran namaku sejak kanak-kanak sampai sekarang. Nama anak tetanggaku ada 2 orang yang bernama sama. Waktu aku masih duduk di bangku SMP ada adik kelasku dan teman satu kursus bahasa inggris bernama sama. Saat di bangku SMA dan kuliah tetap masih ada. Sekarang setelah memasuki dunia kerja teman sejawat aku juga ada yang bernama sama, malahan anak didikku ada yang bernama sama dengan namaku.

What a name? Tapi yang kuherankan dan sangat kusayangkan, di zaman milineal saat ini masih ada orangtua yang memberi nama anaknya yang baru lahir persis dengan namaku yang kata orang 'pasaran'. Yups sepupuku yang baru lahiran seorang anak perempuan yang lucu, kenapa nama anaknya persis dengan namaku hehe (tepok jidat). Untungnya aku memakai nama keluarga dibelakang namaku, sehingga ada pembeda namaku dengan yang lain karena ada tambahan nama marga di belakang namaku.

Tapi seperti kata Shakespeare diatas -what’s in a name- apalah arti sebuah nama. Semua kembali lagi pada pribadi masing-asing. Yang terpenting adalah siapa orangnya bukanlah siapa namanya. Orangtuaku pasti memiliki alasan dan filosofi tersendiri saat memutuskan memberi nama pada anaknya. Dan semoga harapan dan doa orangtuaku pada nama yang telah disematkan padaku anak perempuannya akan dan sudah terwujud. 

Any way, I love the way my parents named me ;)




0 comments:

Post a Comment