What’s in a name?
..
That which we call a rose by
another name would smell as sweet…
Kutipan diatas adalah penggalan
drama Romeo and Juliet karya Shakespeare. Cinta mereka mendapat tentangan dari
keluarga hanya karena Romeo memakai nama Montageu yang mempunya konflik dengan
keluarga Juliet Capulet. Namun apalah arti sebuah nama. Bunga Rose meski
disebut dengan nama lain tetaplah harum.
Bagi sebagian orang nama bisa
bermakna lebih. Melalui nama seseorang mengenali dirinya sendiri serta dikenali
oleh orang lain. Melalui namanya seseorang juga dapat dimuliakan di masyarakat.
Bagi sebagian lagi pemberian nama adalah sebuah doa atau harapan. Sehingga
setiap orang tua memberikan nama yang baik untuk anak-anak mereka dengan
harapan yang sama pada masa depan anaknya.
Mungkin hal ini juga yang
diharapkan orangtua saat memberikan nama padaku anak perempuannya. Padahal dulu
aku sempat merasa kurang suka dengan nama yang diberikan orangtua kepadaku.
Kenapa nama kakak dan adikku bisa 'bagus' tetapi begitu pas giliran nama aku
hiks.. Kakak dan orang-orang di dekatku sering mengejek bahwa namaku itu
‘ndeso’ dan pasaran. Dimana-mana sering bertemu dengan nama yang sama. Kalo
dipikir-pikir benar juga sih. Banyak sekali aku bertemu dengan kembaran namaku
sejak kanak-kanak sampai sekarang. Nama anak tetanggaku ada 2 orang yang
bernama sama. Waktu aku masih duduk di bangku SMP ada adik kelasku dan teman
satu kursus bahasa inggris bernama sama. Saat di bangku SMA dan kuliah tetap
masih ada. Sekarang setelah memasuki dunia kerja teman sejawat aku juga ada
yang bernama sama, malahan anak didikku ada yang bernama sama dengan namaku.
What a name?
Tapi yang kuherankan dan sangat kusayangkan, di zaman milineal saat ini masih
ada orangtua yang memberi nama anaknya yang baru lahir persis dengan namaku
yang kata orang 'pasaran'. Yups sepupuku yang baru lahiran seorang anak
perempuan yang lucu, kenapa nama anaknya persis dengan namaku hehe (tepok
jidat). Untungnya aku memakai nama keluarga dibelakang namaku, sehingga ada
pembeda namaku dengan yang lain karena ada tambahan nama marga di belakang
namaku.
Tapi seperti kata Shakespeare
diatas -what’s in a name- apalah arti sebuah nama. Semua kembali lagi
pada pribadi masing-asing. Yang terpenting adalah siapa orangnya bukanlah siapa
namanya. Orangtuaku pasti memiliki alasan dan filosofi tersendiri saat
memutuskan memberi nama pada anaknya. Dan semoga harapan dan doa orangtuaku
pada nama yang telah disematkan padaku anak perempuannya akan dan sudah
terwujud.
Any way, I love the way my parents named me ;)


0 comments:
Post a Comment