Saturday, November 11, 2017

Kenapa Blognya Jablai?



Sedih campur mengharukan bila harus menceritakan hal ini. Diibaratkan sebuah rumah yang ditinggalkan pemiliknya selama bertahun-tahun, rumah itu sudah pasti kotor, berdebu, tak seorangpun sudi melirik apalagi berkunjung kesana. Begitulah nasib blog saya saat ini hiihii.. Terkadang bingung mau senang apa sedih dengan kondisi ini.

For you to know ya teman-teman, blog ini pertama kali kubuat sekitar awal 2013. Dan pada tahun yang sama, blog ini adalah blog yang ke 4 dari hasil otak-atikku. Sebagai seorang newbie di perbloggeran (benar gak sih bahasanya), aku begitu semangat untuk mengelola blog baru ini. 
Seperti kebanyakan newbie lain, aku terlalu disibukkan dengan mempercantik blog padahal isinya masih kosong, hanya beberapa postingan itupun setengahnya hasil dari jiplak (tepok jidat kamu). Ada kesenangan tersendiri ketika template yang dicoba sudah bekerja dan menempel di blog dengan sempurna. Apalagi aku belajar mengenal blog secara otodidak dari hasil bongkar-bongkar dan berselancar di internet. Mungkin ada lebih dari 20 kali aku bergonta ganti template dan mencoba widget baru (jiee bahasanya). Ketika melihat blog tetangga bernuansa pink, aku heboh juga mengganti blog dengan pink. Ketika ada blog sebelah pake widget bergoyang-goyang, aku latah juga buat begitu. Sampai akhirnya aku baru  tersadar mau dibawa kemana blog ini (gak usah sambil nyanyi Armada).

Kejadian itu sudah hampir 4 tahun silam. Dan sekarang aku baru berkeinginan kembali untuk membuka blog yang menyedihkan ini. Alhamdulillah ketika beberes isi laptop ada catatan email lengkap dengan passwordnya. Dan aku memutuskan untuk mengelola blog yang ini saja dengan harapan biar bisa lebih fokus (halah). Padahal ditiap awal hadirnya blog baru, aku selalu komitmen dalam hati bahwa ini adalah blog yang terakhir dan harus fokus. Namun harapan jauh dari kenyataan hahaha (pengen ketawa aja bawaannya). Hal ini pasti ada penyebabnya kenapa blog yang sudah saya persiapkan dengan segala kemampuan tega kutinggalkan begitu saja tanpa ada perawatan berkala. 

Setelah kuberpikir beberapa jenak, ternyata ada beberapa hal yang membuat blog ku menjadi jablay.
Pertama, karena motivasi awal membuat blog ini hanyalah karena ikut-ikutan. Saat itu beberapa teman nge-share blog pribadinya di media sosial. Langsung aku mikir kenapa tidak buat blog juga? Sepertinya keren kan punya tulisan yang di share di blog pribadi. Mulai dari situ aku mulai belajar cara membuat blog melalui si mbah.

Kedua, karena pada dasarnya aku tidak pernah menulis dengan alasan aku tidak memiliki hobi menulis. Meskipun kalo kata seorang teman yang juga penulis, bahwa siapa saja bisa menjadi penulis, semua tergantung dari kemauan diri saja. Namun ada kurasakan sungguh sangat sulit untuk membangkitkan semangat menulis. Untuk membuat satu paragrap saja sepertinya aku harus satu jam melototin laptop. Dan tulisannya jadi? Seringnya nggak sih hehehe..

Ketiga, kurangnya konsisten. Kebanyakan menghayal tingkat tinggi tapi no action. Harapannya sangat muluk-muluk. Punya teman blogger banyak sehingga statistik kunjungan meningkat. Padahal menulis aja malas, siapa yang mau datang. Bukan begitu? Hehehe..

Sungguh menyedihkan bukan nasib blog yang jablay ini? Tapi semua itu kesalahan masa lalu, semua bisa diperbaiki asal ada kemauan dan niat baik. Kegagalan saat ini bisa jadi penyemangat kita untuk maju ke depan. Apalagi dalam proses belajar tidak semua akan berhasil dalam sekejap mata. Cerita ini mungkin bisa jadi pelajaran bagi teman-teman. Semoga bermanfaat..






0 comments:

Post a Comment