Sedih campur mengharukan bila harus
menceritakan hal ini. Diibaratkan sebuah rumah yang ditinggalkan pemiliknya
selama bertahun-tahun, rumah itu sudah pasti kotor, berdebu, tak seorangpun
sudi melirik apalagi berkunjung kesana. Begitulah nasib blog saya saat ini
hiihii.. Terkadang bingung mau senang apa sedih dengan kondisi ini.
For you to know ya teman-teman, blog ini pertama
kali kubuat sekitar awal 2013. Dan pada tahun yang sama, blog ini adalah blog
yang ke 4 dari hasil otak-atikku. Sebagai seorang newbie di perbloggeran (benar
gak sih bahasanya), aku begitu semangat untuk mengelola blog baru ini.
Seperti
kebanyakan newbie lain, aku terlalu disibukkan dengan mempercantik blog padahal
isinya masih kosong, hanya beberapa postingan itupun setengahnya hasil dari
jiplak (tepok jidat kamu). Ada kesenangan tersendiri ketika template yang dicoba sudah bekerja dan
menempel di blog dengan sempurna. Apalagi aku belajar mengenal blog secara
otodidak dari hasil bongkar-bongkar dan berselancar di internet. Mungkin ada
lebih dari 20 kali aku bergonta ganti template
dan mencoba widget baru (jiee
bahasanya). Ketika melihat blog tetangga bernuansa pink, aku heboh juga
mengganti blog dengan pink. Ketika ada blog sebelah pake widget bergoyang-goyang, aku latah juga buat begitu. Sampai
akhirnya aku baru tersadar mau dibawa
kemana blog ini (gak usah sambil nyanyi Armada).
Kejadian itu sudah hampir 4 tahun silam. Dan
sekarang aku baru berkeinginan kembali untuk membuka blog yang menyedihkan ini.
Alhamdulillah ketika beberes isi laptop ada catatan email lengkap dengan
passwordnya. Dan aku memutuskan untuk mengelola blog yang ini saja dengan
harapan biar bisa lebih fokus (halah). Padahal ditiap awal hadirnya blog baru, aku
selalu komitmen dalam hati bahwa ini adalah blog yang terakhir dan harus fokus.
Namun harapan jauh dari kenyataan hahaha (pengen ketawa aja bawaannya). Hal ini
pasti ada penyebabnya kenapa blog yang sudah saya persiapkan dengan segala
kemampuan tega kutinggalkan begitu saja tanpa ada perawatan berkala.
Setelah kuberpikir
beberapa jenak, ternyata ada beberapa hal yang membuat blog ku menjadi jablay.
Pertama, karena motivasi awal membuat blog ini
hanyalah karena ikut-ikutan. Saat itu beberapa teman nge-share blog pribadinya di media sosial. Langsung aku mikir kenapa tidak
buat blog juga? Sepertinya keren kan punya tulisan yang di share di blog pribadi.
Mulai dari situ aku mulai belajar cara membuat blog melalui si mbah.
Kedua, karena pada dasarnya aku tidak pernah
menulis dengan alasan aku tidak memiliki hobi menulis. Meskipun kalo kata
seorang teman yang juga penulis, bahwa siapa saja bisa menjadi penulis, semua
tergantung dari kemauan diri saja. Namun ada kurasakan sungguh sangat sulit
untuk membangkitkan semangat menulis. Untuk membuat satu paragrap saja
sepertinya aku harus satu jam melototin laptop. Dan tulisannya jadi? Seringnya
nggak sih hehehe..
Ketiga, kurangnya konsisten. Kebanyakan
menghayal tingkat tinggi tapi no action.
Harapannya sangat muluk-muluk. Punya teman blogger banyak sehingga statistik
kunjungan meningkat. Padahal menulis aja malas, siapa yang mau datang. Bukan
begitu? Hehehe..
Sungguh menyedihkan bukan nasib blog yang
jablay ini? Tapi semua itu kesalahan masa lalu, semua bisa diperbaiki asal ada
kemauan dan niat baik. Kegagalan saat ini bisa jadi penyemangat kita untuk maju
ke depan. Apalagi dalam proses belajar tidak semua akan berhasil dalam sekejap
mata. Cerita ini mungkin bisa jadi pelajaran bagi teman-teman. Semoga
bermanfaat..


0 comments:
Post a Comment