Thursday, March 14, 2013

Kamu Suka Cokelat?


Cokelat !! Kenapa cokelat? Kenapa bukan vanilla, green tea, atau strawberry? Atau bukan merah, kuning, hijau di langit yang biru? (Garing yah). Jawabannya mudah. Karena aku yang nulis suka cokelat hihi ....

Siapa sih yang nggak doyan cokelat? Meski belum melalui survey yang valid hampir bisa dipastikan semua orang menjawab suka (versi aku). Bukan sekedar menyukai saja, sudah sampai pada taraf menggemari bisa jadi. Mungkin jika ada dua pilihan rasa makanan, mayoritas pasti memilih cokelat. Betul apa betul?

Kecendrungan orang-orang akan cokelat bisa terlihat di sekitar kita. Kalangannyapun tidak pandang bulu. Mulai dari perempuan atau laki-laki, anak-anak atau orang tua, pejabat atau rakyat jelata, orang desa atau orang kota, semuanya suka cokelat. Andaikan ada survey 100 orang mungkin (versi aku lagi) hanya ada 5 orang yang tidak suka cokelat.  Itupun (mungkin dan biasanya) dikarenakan faktor kesehatan atau sedang diet.

Aku sendiri sangat suka cokelat (tidak sampai addict lah). Bila disajikan beberapa varian rasa makanan, aku pasti memilih cokelat sebagai pilihan pertama. Semua jajanan yang dibeli mengandung unsur  cokelat. Dari permen cokelat, cake cokelat, es krim cokelat, bolu cokelat, puding cokelat, kalo masih diberikan opsi ya sudah pasti aku memilih cokelat. Tak ada cokelatnya kurang mantap bah (kata orang Medan). Kalo ada bakso atau mie goreng rasa coklat mungkin boleh dicoba juga tuh (bisa jadi inspirasi nih). 

Sungguh, bahagia sekali bukan, jika diri kita terutama pribadi kita diminati banyak orang seperti cokelat itu. Semua memperebutkan kita. Selalu jadi pusat perhatian, ditunggu-tunggu kehadirannya, disenangi semua kalangan. Mau seperti cokelat? Berikut kira-kira hal positif tentang cokelat. Cekidot!!!

Cokelat disukai semua kalangan
Tidak ada orang yang tidak suka cokelat, kalaupun ada itu cuma sedikit sekali dan pasti dengan beberapa alasan seperti kesehatan dan diet. Semua orang juga mau disenangi oleh lingkungannya. Berteman dengan tanpa melihat status sosial, atau penampilan, atau pendidikan, atau yang lain-lainnya. Berteman untuk saling berbagi manfaat, membantu yang saling membutuhkan dan tidak sekedar materi tapi lebih pada menasehati dan mengingatkan kepada yang baik-baik.

Cokelat itu banyak variasi
Cokelat divariasikan dengan rasa apa aja namanya tetap cokelat. Cokelat strawberry, cokelat vanilla, cokelat pandan, cokelatnya tetap tidak hilang bukan? Selalu konsisten pada hal-hal positif. Tidak mudah terpengaruh pada hal-hal negatif di sekitar kita. Berteman dengan semua kalangan itu tidak ada larangannya, tapi kita harus punya garis batas yang tidak boleh kita langgar. Baur tetapi jangan sampai lebur. Dengan demikian kita tetap bisa menjadi diri kita sendiri. Memberikan hal-hal positif pada sekitar dan tidak gampang ikut-ikutan.

Cokelat itu ‘under cover’
Apa pula itu? Pada sudah tau nggak sih cokelat itu terbuat dari apa? Pada tau juga nggak pohon dan buah cokelat itu kayak apa? Siapa sangka setelah proses yang panjaaaang dan lamaaaa akhirnya (tarraaaaaa…) kita bisa menemukan cokelat dengan kemasan yang menarik, lucu, mewah dengan harga variasi malah ada yang  sampe jutaan euyy. Jadi maksudnya kita nggak perlu repot untuk mengumumkan kemampuan kita, toh semua itu bisa terlihat dari sikap. Setiap gerakan, ucapan, dan tingkah laku kita itu mencerminkan kecerdasan kita. So down to earth.

Coklat itu identik dengan yang spesial
Ketika seseorang memberi kita sebatang coklat kita merasa spesial dimatanya. Apalagi ketika cokelat itu sudah diberi pita di salah satu sisinya, atau sudah dibungkus dengan kertas warna warni, atau tanpa pita dan tanpa bungkus pun, tidak menghilangkan keistimewaan serta maknanya. Perasaan senang dan bangga pasti ada jika kita menerima hadiah (meski) sebatang cokelat. Itu pernah sekali (saja) saya rasakan ketika menerima hadiah cokelat dari salah seorang sahabat. Seneeeeenng sekaliii.. Jadi pengen dapat hadiah cokelat lagi ;)

Nah, itu baru beberapa loh. Masih banyak pastinya hal-hal positif yang bisa diambil dari yang namanya cokelat. Teman-teman yang mau berbagi silahkan. However, I do like chocolate but not addict. 

Do you like chocolate, too?



0 comments:

Post a Comment