Cokelat
!! Kenapa cokelat? Kenapa bukan vanilla, green tea, atau strawberry? Atau bukan
merah, kuning, hijau di langit yang biru? (Garing yah). Jawabannya mudah.
Karena aku yang nulis suka cokelat hihi ....
Siapa
sih yang nggak doyan cokelat? Meski belum melalui survey yang valid hampir bisa
dipastikan semua orang menjawab suka (versi aku). Bukan sekedar menyukai saja,
sudah sampai pada taraf menggemari bisa jadi. Mungkin jika ada dua pilihan rasa
makanan, mayoritas pasti memilih cokelat. Betul apa betul?
Kecendrungan
orang-orang akan cokelat bisa terlihat di sekitar kita. Kalangannyapun tidak
pandang bulu. Mulai dari perempuan atau laki-laki, anak-anak atau orang tua,
pejabat atau rakyat jelata, orang desa atau orang kota, semuanya suka cokelat. Andaikan
ada survey 100 orang mungkin (versi aku lagi) hanya ada 5 orang yang tidak suka
cokelat. Itupun (mungkin dan biasanya) dikarenakan faktor kesehatan
atau sedang diet.
Aku
sendiri sangat suka cokelat (tidak sampai addict lah). Bila disajikan beberapa
varian rasa makanan, aku pasti memilih cokelat sebagai pilihan pertama. Semua
jajanan yang dibeli mengandung unsur cokelat. Dari permen cokelat,
cake cokelat, es krim cokelat, bolu cokelat, puding cokelat, kalo masih diberikan
opsi ya sudah pasti aku memilih cokelat. Tak ada cokelatnya kurang mantap bah
(kata orang Medan). Kalo ada bakso atau mie goreng rasa coklat mungkin boleh
dicoba juga tuh (bisa jadi inspirasi nih).
Sungguh,
bahagia sekali bukan, jika diri kita terutama pribadi kita diminati banyak
orang seperti cokelat itu. Semua memperebutkan kita. Selalu jadi pusat
perhatian, ditunggu-tunggu kehadirannya, disenangi semua kalangan. Mau seperti
cokelat? Berikut kira-kira hal positif tentang cokelat. Cekidot!!!
Cokelat
disukai semua kalangan
Tidak
ada orang yang tidak suka cokelat, kalaupun ada itu cuma sedikit sekali dan
pasti dengan beberapa alasan seperti kesehatan dan diet. Semua orang juga mau
disenangi oleh lingkungannya. Berteman dengan tanpa melihat status sosial, atau
penampilan, atau pendidikan, atau yang lain-lainnya. Berteman untuk saling
berbagi manfaat, membantu yang saling membutuhkan dan tidak sekedar materi tapi
lebih pada menasehati dan mengingatkan kepada yang baik-baik.
Cokelat
itu banyak variasi
Cokelat
divariasikan dengan rasa apa aja namanya tetap cokelat. Cokelat strawberry,
cokelat vanilla, cokelat pandan, cokelatnya tetap tidak hilang bukan? Selalu
konsisten pada hal-hal positif. Tidak mudah terpengaruh pada hal-hal negatif di
sekitar kita. Berteman dengan semua kalangan itu tidak ada larangannya, tapi
kita harus punya garis batas yang tidak boleh kita langgar. Baur tetapi jangan
sampai lebur. Dengan demikian kita tetap bisa menjadi diri kita sendiri.
Memberikan hal-hal positif pada sekitar dan tidak gampang ikut-ikutan.
Cokelat
itu ‘under cover’
Apa
pula itu? Pada sudah tau nggak sih cokelat itu terbuat dari apa? Pada tau juga
nggak pohon dan buah cokelat itu kayak apa? Siapa sangka setelah proses yang
panjaaaang dan lamaaaa akhirnya (tarraaaaaa…) kita bisa menemukan cokelat dengan
kemasan yang menarik, lucu, mewah dengan harga variasi malah ada
yang sampe jutaan euyy. Jadi maksudnya kita nggak perlu repot untuk
mengumumkan kemampuan kita, toh semua itu bisa terlihat dari sikap. Setiap
gerakan, ucapan, dan tingkah laku kita itu mencerminkan kecerdasan kita. So
down to earth.
Coklat
itu identik dengan yang spesial
Ketika
seseorang memberi kita sebatang coklat kita merasa spesial dimatanya. Apalagi ketika
cokelat itu sudah diberi pita di salah satu sisinya, atau sudah dibungkus dengan
kertas warna warni, atau tanpa pita dan tanpa bungkus pun, tidak menghilangkan
keistimewaan serta maknanya. Perasaan senang dan bangga pasti ada jika kita
menerima hadiah (meski) sebatang cokelat. Itu pernah sekali (saja) saya rasakan
ketika menerima hadiah cokelat dari salah seorang sahabat. Seneeeeenng
sekaliii.. Jadi pengen dapat hadiah cokelat lagi ;)
Nah,
itu baru beberapa loh. Masih banyak pastinya hal-hal positif yang bisa diambil
dari yang namanya cokelat. Teman-teman yang mau berbagi silahkan. However, I do
like chocolate but not addict.
Do you like chocolate, too?


0 comments:
Post a Comment